Oktober 31, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

WSKT siapkan IPO anak usahanya pada Q3 tahun ini, jika tidak halangan

Britama.com – Rencana usaha BUMN, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) untuk mengantarkan anak usahanya PT Waskita Beton Precast (WBP) listing di pasar modal (IPO / Penawaran umum Perdana) akan berlangsung awal September tahun ini.

Ada beberapa sekuritas yakni Mandiri Sekuritas, Bahana Sekuritas, Danareksa Sekuritas dan BNI Sekuritas, sebagai penjamin emisi tersebut sudah mulai bekerja untuk memproses rencana aksi korporasi tersebut.

Melalui IPO tersebut, WSKT berencana melepas 40% saham WBP dengan target perolehan dana sekitar Rp3,5 triliun hingga Rp4 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan usaha perseroan. Tahun ini, WBP berencana membangun dua pabrik betok pracetak dengan kapasitas 350.000 ton untuk mengejar target kapasitas produksi beton precast sebesar 2,65 juta ton per tahun.

Selain itu, WBP akan membangun satu pabrik beton pracetak di Palembang dengan kapasitas 250.000 ton. Pabrik tersebut ditujukan untuk melayani proyek-proyek yang ada di daerah Sumatera bagian Selatan terutama untuk melayani kebutuhan proyek Light Rail Transit (LRT) di Palembang yang akan digarap WSKT. Sementara satu pabrik lagi akan dibangun di Jawa Tengah dengan kapasitas 100.000 ton per tahun.

Januari lalu, WBP telah berhasil mengakuisisi dua pabrik pracetak di Subang, Jawa Barat dan Cilegon, Banten dengan total kapasitas produksi 500.000 ton. Sehingga total kapasitas produksi WBP saat ini mencapai 2,3 juta ton per tahun yang diproduksi delapan pabrik. Tahun ini, WBP menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp7 triliun atau naik dua kali lipat lebih dari perolehan kontrak tahun lalu yakni sebesar Rp3 triliun. Sekitar Rp1,5 triliun ditargetkan dari proyek eksternal, sementara Rp5,5 triliun dibidik dari proyek yang digarap WSKT.

Penjualan tahun ini ditargetkan mencapai Rp5 triliun atau naik 92% dari perolehan tahun lalu yakni sebesar Rp2,6 triliun. Sedangkan laba bersih dibidik Rp550 miliar atau tumbuh 61,7% dari tahun lalu yang hanya tercatat sebesar Rp 340 miliar.

Sementara PT Waskita Karya Tbk membidik kontrak baru lebih dari Rp 50 triliun hingga akhir Juni 2016. Jumlah itu setara 75,76% dari total target tahun ini yang senilai Rp 66 triliun. Tercatat selama kuartal pertama 2016, WSKT telah meraih kontrak baru lebih dari Rp 8 triliun. Sekitar 60% kontrak berasal dari proyek tol milik perusahaan. Adapun, 20% berasal dari proyek pemerintah, 10% proyek swasta dan 10% sisanya dari proyek BUMN.

Walaupun potensi target kontrak baru di paruh pertama tahun ini bisa mencapai 75,76%, WSKT belum ada berencana mengerek target kontrak baru. Dari situ, kemenangan tidak bisa diprediksi. Di bisnis jalan tol, WSKT cukup ekspansif. Saat ini, WSKT telah menguasai 15 ruas tol sepanjang 764,79 kilometer (km). Terakhir, WSKT melalui anak usahanya PT Waskita Toll Road (WTR) mengakuisisi 60% saham tol Kayuagung-Palembang-Betung (Kapalbetung) sepanjang 111,69 km.

Related posts