Oktober 20, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Kinerja Semester I 2016: INCO mengalami kerugian sebesar USD20,04 juta

Britama.com – Perusahaan pertambangan nikel swasta terbesar di Indonesia, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melaporkan kinerja yang kurang bagus pada Semester I 2016 dengan membukukan kerugian bersih sebesar USD20,04 juta atau USD(0,002) per saham dibandingkan dengan laba bersih pada periode yang sama tahun 2015 yaitu sebesar USD41,27 juta atau USD0,004.

Penurunan kinerja INCO pada Semester I 2016 tersebut disebabkan oleh Pendapatan pokok Perseroan yang mengalami penurunan dari USD409,57 juta menjadi USD246,84 juta atau anjlok 39,75%, penurunan pendapatan tersebut akibat lesunya ekonomi dunia yang berimbas pada harga nickel. Pendapatan Pokok Perseroan seluruhnya berasal dari pertambangan dan pengolahan nikel dengan harga patokan berasal dari LME (London Metal Exchange)

Beban pokok Perseroan menurun dari USD328,96 juta menjadi USD260,12 juta, dan Beban usaha Perseroan mengalami penurunan dari USD6,47 juta menjadi USD6,14 juta, serta Beban Lainnya mengalami penurunan dari USD13,11 juta menjadi USD2,47 juta, selain itu Beban Keuangan Perseroan juga menurun dari USD5,80 juta menjadi USD4,64 juta.

Hingga Semester I 2016, aset INCO pada mencapai USD2,22 miliar, turun dari USD2,29 miliar pada tahun 2015. Total utang Perseroan menurun dari USD455,20 juta tahun 2015 menjadi USD402,87 juta pada Semester I 2016.

Related posts