Oktober 21, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Penjualan Matahari / LPPF pada Semester I 2016 mencapai Rp5,18 triliun

Britama.com – Berdasarkan keterbukaan informasi yang diberikan oleh PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), Perseroan mencatat hasil kinerja yang kuat di Semester 1 2016, dengan kenaikan laba bersih sebesar 78,6% menjadi Rp1,16 triliun atau 397 per saham dibandingkan dengan Rp647,77 miliar atau Rp222 per saham pada Semester 1 2015.

Hal tersebut didukung oleh Penjualan kotor Perseroan pada Semester 1 2016 tercatat sebesar Rp 9.034 miliar, 31,4% lebih tinggi dibanding Semester 1 2015 yang tercatat sebesar Rp 6.875 miliar. Pendapatan bersih tercatat sebesar Rp5.180 miliar, 31,2% lebih tinggi dibanding Rp3.921 miliar yang dicatat di Semester 1 2015.

Sementara SSSG (Same Store Sale Growth) yang kuat sebesar 27,1%, di Semester I ini merupakan hasil dari pengaruh bergesernya periode Lebaran, peningkatan demand dari segmen pelanggan yang menjadi target Perseroan, dan perbaikan di penawaran produk yang dijual Matahari.

Saat ini Matahari memiliki 146 gerai di 68 kota di Indonesia, termasuk 4 gerai baru yang dibuka di Semester I 2016, yaitu di Bogor (Jawa Barat), Jambi (Sumatera Tengah), Tanjung Pinang (Riau – Sumatera) dan Mojokerto (Jawa Timur). Aset Perseroan hingga Semester I 2016 mencapai Rp5,29 triliun, meningkat sebesar 35,99% dari Rp3,89 triliun pada tahun 2015, dan total utang Perseroan meningkat dari Rp2,78 triliun menjadi Rp4,27 triliun.

Pada tanggal 29 Juni 2016, Matahari telah melakukan pembayaran dividen final untuk tahun buku 2015 sebesar total Rp1,25 triliun atau Rp427,3 per saham, setara dengan 70% dari Laba Bersih Matahari untuk tahun buku 2015, meningkat 46% dari Rp851,4 miliar tahun lalu.

Michael Remsen, CEO dan Vice President Director Perseroan mengatakan, “Kinerja Semester 1 2016 kami yang kuat merupakan refleksi dari daya tahan dan terus menguatnya pertumbuhan di segmen menengah yang menjadi target pelanggan kami, sejalan dengan bergesernya periode Lebaran. Kami tetap optimis dengan perbaikan makroekonomi pada semester dua”.

Related posts