Oktober 22, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Rugi Bersih Bank Permata mencapai Rp835,67 miliar pada Semester I 2016

Britama.com – Eminten perbankan dari grup Astra, PT Bank Permata Tbk (BNLI) melaporkan kinerja yang buruk pada Semester I 2016 dengan mengalami kerugian Sebesar Rp835,67 miliar atau Rp(65) per saham bila dibandingkan kinerja pada Semester I tahun lalu yang membukukan Laba bersih sebesar Rp837,31 miliar atau Rp70 per saham.

Penurunan kinerja Bank Permata tersebut disebabkan oleh Cadangan Kerugian penurunan nilai Aset Keuangan Perseroan yang melonjak dari Rp845,60 miliar menjadi Rp2,94 triliun atau melonjak 247,43%, dan Beban Operasional Perseroan juga mengalami peningkatan dari Rp2,19 triliun menjadi Rp2,32 triliun, sedangkan Beban Bunga dan Syariah menurun dari Rp5,21 triliun menjadi Rp4,50 triliun.

Selain peningkatan dari Beban Kerugian penurunan dari Aset Keuangan, Pendapatan bunga dan Syariah Perseroan juga mengalami penurunan dari Rp8,19 triliun menjadi Rp7,44 triliun, sedangkan Pendapatan Operasional Perseroan meningkat dari Rp1,14 triliun menjadi Rp1,22 triliun. Berikut ini adalah rincian Pendapatan Perseroan pada Semester I 2016 dan Semester I 2015 yaitu

  1. Kredi yang diberikan – Rp5,84 triliun dan Rp6,68 triliun.
  2. Efek-Efek Tujuan investasi – Rp483,43 miliar dan Rp527,51 miliar.
  3. Efek-Efek untuk dijual kembali – Rp125,14 miliar dan Rp18,07 miliar.
  4. Penempatan BI dan Bank Lain – Rp115,62 miliar dan Rp71,08 miliar.
  5. Aset keuangan untuk diperdagangkan – Rp73,71 miliar dan Rp62,71 miliar.
  6. Tagihan Akseptasi – Rp66,99 miliar dan Rp125,34 miliar.
  7. Giro pada BI – Rp15,96 miliar dan Rp29,06 miliar.
  8. Tagihan Lainnya Trade Finance – Rp15,42 miliar dan Rp8,00 miliar.
  9. Lain-lain – Rp0,15 miliar dan Rp-.
  10. Pendapatan Syariah – Rp705,95 miliar dan Rp669,67 miliar.

Total Aset Bank Permata menurun dari Rp182,69 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp181,51 triliun pada Semester I 2016, dan Total Utang Perseroan menurun dari Rp163,88 triliun menjadi Rp158,00 triliun.

Related posts