Mei 16, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih SIMP melonjak menjadi Rp172,41 miliar pada Semester I 2016

Britama.com – Emiten Perkebunan dan Industri Minyak dan Lemak Nabati, PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) melaporkan kinerja yang cukup bagus pada Semester I 2016 dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 35,91% menjadi Rp172,41 miliar atau Rp11 per saham dibandingkan Rp126,86 miliar atau Rp8 per saham pada periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan kinerja SIMP pada Semester I 2016 tersebut terutama didukung oleh Keuntungan Kurs yang diperoleh Perseroan sebesar Rp107,01 miliar pada Semester I 2016, sedangkan pada periode yang sama tahun lalu mengalami kerugian kurs yang mencapai Rp168,06 miliar.

Meskipun kinerja Perseroan meningkat, Penjualan Grup SIMP tetap mengalami sedikit penurunan sebesar 1% YoY (Year on Year) menjadi Rp6,72 triliun dibandingkan dengan Rp6,79 triliun pada periode yang sama tahun lalu, hal tersebut disebabkan oleh penurunan penjualan dari Divisi Perkebunan meskipun sebagian dapat diimbangi oleh kuatnya kontribusi penjualan dari Divisi Minyak & Lemak Nabati (“EOF”). Berikut ini adalah rincian Penjualan Perseroan pada Semester I 2016 dan Semester I 2015 yaitu

  1. Perkebunan – Rp1,94 triliun dan Rp2,36 triliun.
  2. Minyak dan Lemak Nabati – Rp4,78 triliun dan Rp4,43 triliun.

Laba bruto turun 10% y-o-y menjadi Rp1,32 triliun seiring penurunan volume penjualan produk sawit serta penurunan harga jual rata-rata CPO dan karet meskipun sebagian dapat dimbangi oleh kenaikan kontribusi laba Divisi EOF. Laba usaha tercatat sebesar Rp501 miliar atau turun 36% y-o-y seiring dengan penurunan laba bruto, kenaikan beban umum & administrasi serta beban operasi lain dan penurunan penghasilan operasi lain.

Bapak Mark Wakeford, Direktur Utama Grup SIMP, mengatakan, “Kondisi kekeringan berkepanjangan pada semester kedua tahun 2015 mempengaruhi pencapaian produksi TBS inti dan CPO pada 1H2016 yang turun masing-masing sebesar 16% dan 21% y-o-y menjadi 1.270.000 ton dan 353.000 ton. Seiring dengan penurunan produksi tersebut, Grup SIMP mencatat penurunan pendapatan dan profitabilitas Divisi Perkebunan, namun hal ini dapat diimbangi oleh kuatnya kontribusi dari Divisi Minyak & Lemak Nabati serta adanya laba selisih kurs. Pada tahun 2016, belanja modal kami akan diprioritaskan pada lahan tanaman belum menghasilkan sekitar 51.000 hektar serta ekspansi Pabrik Kelapa Sawit untuk pertumbuhan organik.”

Hingga Semester I 2016, Aset SIMP telah mencapai Rp32,58 triliun, naik dari Rp31,70 triliun pada tahun 2015, dan Total Utang Perseroan meningkat dari Rp14,47 triliun menjadi Rp15,40 triliun.

Related posts