Oktober 25, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

DILD telah menggunakan dana Capex hingga Rp1 triliun

Britama.com – Penyerapan belanja modal PT Intiland Development Tbk (DILD) tahun ini berjalan agak lambat. Hingga saat ini, emiten berkode DILD ini baru menyerap capital expenditure (capex) Rp 1 triliun.

Jumlah tersebut setara 50% target capex tahun ini, Rp2 triliun. Meski begitu, manajemen DILD baru merealisasi sekitar Rp1 triliun.

DILD memakai dana capex untuk membangun beberapa proyek, antara lain One Park Avenue, Spazio, Regatta dan Praksis. Karena itu, DILD belum mengubah target marketing sales senilai Rp2,5 triliun pada tahun ini.

DILD akan mempercepat penyerapan sisa capex di triwulan akhir tahun ini. Tapi manajemen Perseroan engan membeberkan proyek lain yang akan digarap tahun ini. DILD juga bersiap melanjutkan pembangunan beberapa proyeknya.

Proyek Darmo di Surabaya tinggal menunggu izin dari pemerintah setempat. Setelah periode pertama program amnesti pajak kelar, DILD akan memulai pembangunan.

Demikian pula dengan proyek reklamasi di Pulau H Teluk Jakarta. Sekretaris Perusahaan DILD Theresia Rustandi menyebutkan, pulau H belum sampai proses pembangunan karena masih menunggu keputusan pasti dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi DKI Jakarta.

DILD masih menghitung ulang nilai investasi karena ada perubahan harga bahan baku, kontraktor dan lain-lain. DILD tengah membicarakan rencana pendanaan proyek tersebut. Awalnya Perseroan menargetkan Rp7,5 triliun hingga pulau rampung, di luar bangunan. Tapi angka itu sudah tidak valid, bisa lebih bisa kurang.

DILD juga kian ekspansif di bisnis kawasan industri. Setelah memiliki Ngoro Industrial Park di Jawa Timur, DILD membidik lokasi lahan industri seluas 500 hektare di provinsi yang sama. DILD masih melakukan penjajakan atas lahan tersebut.

Untuk mengembangkan kawasan industri ini, DILD akan memakai belanja modal tahun depan. Tapi manajemen belum merinci berapa besar kebutuhan anggaran. Semester pertama lalu, DILD meraih laba bersih Rp150,65 miliar.

Jumlah ini naik 16% dibandingkan realisasi di periode sama tahun lalu. Sedang pendapatan tumbuh 14% year-on-year jadi Rp1,13 triliun.

Related posts