Oktober 19, 2018

Select your Top Menu from wp menus

BKSL bentuk usaha patungan untuk lebarkan sayap ke bisnis pariwisata

Britama.com – Berdasarkan informasi yang diberikan Sentul City Tbk (BKSL) ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan telah membentuk perusahaan patungan senilai Rp20 miliar, dengan menggandeng PT Fauna Land Indonesia, Pembentukan anak usaha tersebut untuk mengelola taman wisata fauna.

Dalam pengumuman di BEI pada 4 November 2016, dalam perusahaan patungan ini BKSL menyetor modal sebesr Rp14 miliar atau 70%, sisanya dari Fauna Land.

Kedepannya, anak usaha BKSL akan menjalankan kegiatan usaha taman wisata yang bernilai edukatif untuk pengunjung, terutama anak-anak.

BKSL memang terus menggandeng sejumlah mitra strategi untuk melebarkan sayap bisnisnya. Selain Fauna Land, mereka berkongsi dengan PT PP Properti Tbk (PPRO) di segmen properti.

Dalam waktu satu hingga dua bulan lagi, BKSL akan merilis proyek hasil kerjasama dengan PPRO. Proyek tersebut belum meluncur tapi sudah groundbreaking beberapa waktu lalu.

Dengan mendirikan perusahaan patungan bernama PT Sentul PP Properti itu, BKSL menguasai 51% saham. Adapun 49% saham milik PPRO. Modal awal perusahaan ini sebesar Rp100 miliar.

Sebagai proyek perdana, Sentul PP Properti menggarap Verdura Apartment di kawasan Centerra Sentul City Superblock CBD seluas 8,8 hektare.

Adapun proyek Verdura Apartment dibangun di lahan seluas 10.000 meter persegi, terdiri dari tiga tower. Total jumlah unitnya mencapai 1.836 unit apartemen atau 612 unit per menara. Tower pertama sudah terjual 40%, yakni sebanyak 150 unit.

Tahun depan, Sentul City masih terus membuka peluang kerjasama dengan pihak lain. Sebab, strategi menggandeng mitra bisa mempercepat pengembangan kawasan Sentul. Terlebih, proyek light rail transit (LRT) tahap kedua akan menjangkau Sentul.

Total cadangan lahan Sentul City saat ini mencapai 15.000 ha. Itu belum termasuk cadangan lahan di kawasan Jonggol yang mencapai 30.000 ha. Cadangan lahan Sentul City merupakan salah satu yang terluas di Indonesia.

Selain dengan perusahaan domestik, BKSL telah berbicara dengan perusahaan asal Tiongkok, Jepang, Singapura, Malaysia, dan Korea Selatan untuk bekerjasama. Ke depan, BKSL tidak hanya ingin mengembangkan properti, juga menambah segmen bisnis, seperti hiburan dan kuliner.

Related posts