Desember 16, 2018

Select your Top Menu from wp menus

Hari ini (22/11/2016) : cermati saham ANTM, LPKR, PGAS, dan TLKM

Britama.com – Aneka Tambang Tbk (ANTM): Trend Bearish & Fase Distribusi, didukung Stochastic oversold, Candle Bullish Piercing Line, Penutupan di bawah 905, trend volume meningkat, dapat dorong peluang koreksi terbatas selama di atas 950. Penurunan di bawah 835, peluang untuk akumulasi. Rekomendasi: Beli 880-900 target 915-955 stop loss di bawah 835.

Lippo Karawaci Tbk (LPKR): Trend Netral & Fase Distribusi, didukung Stochastic Bearish, Candle Long Legged Doji, penutupan dibawah 810, trend volume meningkat, dapat dorong peluang rawan koreksi selama di bawah 850. Penurunan di bawah 745, peluang untuk akumulasi. Rekomendasi: Beli 785-800 target 815-845 stop loss di bawah 745.

Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS): Trend Netral & Fase Distribusi, didukung Stochastic Bearish, Candle Three Black Crows, penutupan di bawah 2.490, trend volume menurun, dapat dorong peluang rawan koreksi selama di bawah 2555. Penurunan di bawah 2.240, peluang untuk akumulasi. Rekomendasi: Beli 2.370-2.410 target 2.465-2545 stop loss di bawah 2.240.

Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM): Trend Bearish & Fase Distribusi, didukung Stochastic Bearish, Candle Inverted Hammer, Penutupan di bawah 4105, trend volume menurun, dapat dorong peluang koreksi terbatas selama di bawah 4200. Penurunan di bawah 3700, peluang untuk akumulasi. Rekomendasi: Beli 3890-3950 target 4035-4160 stop loss di bawah 3700.

Sebagai info, transaksi investor asing di Keempat emiten tersebut pada hari sebelumnya (21/11/2016), sebagai berikut: ANTM asing (jual Rp1,73 miliar dan beli Rp8,74 miliar), LPKR asing (jual Rp8,68 miliar dan beli Rp5,52 miliar), PGAS asing (jual Rp22,09 miliar dan beli Rp17,33 miliar), TLKM asing (jual Rp274,90 miliar dan beli Rp200,17 miliar).

Perhatian: britama.com tidak memberikan pernyataan akurat atau tidak akurat terhadap segala pendapat / rekomendasi / informasi / saran / data-data sebagaimana tercantum dalam Website ini karena hanya bersifat memberikan informasi pasar saham. Pilihan dalam berinvestasi sepenuhnya menjadi keputusan dan tanggung jawab pribadi investor.

Related posts