Desember 16, 2018

Select your Top Menu from wp menus

WIKA targetkan dana PMHMETD atau Right issue dengan HMETD senilai Rp6,15 triliun

Britama.com – PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) melalui keterbukaan informasi di BEI (Bursa Efek Indonesia) telah menetapkan harga saham baru untuk penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau Rights Issue sebesar Rp 2.180/saham.

Perseroan menawarkan jumlah saham sebanyak-banyaknya 2.820.726.372 atau 2,82 miliar saham. Dengan begitu, perseroan akan meraup dana segar sekitar Rp6,147 triliun.

Setiap pemegang 80.000 saham lama berhak atas sebanyak 36.697 HEMTD. Pemegang saham utama perseroan yakni negara Republik Indonesia akan melaksanakan haknya sesuai dengan porsi kepemilikan PMHMETD.

Dalam hal para pemegang saham lama tidak melaksanakan haknya untuk membeli saham hasil pelaksanaan HMETD yang ditawarkan dalam PMHMETD I ini sesuai dengan HMETD-nya, maka para pemegang saham lama akan mengalami penurunan persentase kepemilikan (dilusi) dalam jumlah maksimum sebesar 31,45%. Berikut ini adalah jadwal right issue dengah HMETD (PMHMETD) oleh WIKA yaitu antara lain

  1. Tanggal Pernyataan Pendaftaran HMETD menjadi Efektif – 3 November 2015.
  2. Tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD (Cum-Right)
    • Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi – 10 November 2016.
    • Pasar Tunai – 15 November 2016.
  3. Distribusi HMETD – 16 November 2016.
  4. Periode perdagangan HMETD – 17-23 November 2016.
  5. Periode Penyerahan Saham hasil pelaksanaan HMETD – 21-25 November 2016.
  6. Tanggal Pembeli siaga melaksanakan kewajibanya – 5 Desember 2016.
  7. Dana yang diperoleh perseroan dari hasil PMHMETD I ini setelah dikurangi komisi, biaya, imbal jasa, dan beban-beban emisi lainnya, akan digunakan sekitar 70,77% digunakan untuk kebutuhan belanja modal guna mendukung proyek-proyek infrastruktur prioritas pemerintah antara lain yakni kebutuhan investasi untuk pembangunan jalan tol, pembangkit listrik, water treatment plant, dan kawasan industri.

    Sementara, sekitar 29,23% digunakan untuk kebutuhan modal kerja guna mengembangkan usaha di bidang infrastruktur antara lain pembangkit lsitrik, jalan tol, dan pengembangan kawasan.

Related posts