Mei 18, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Bank Permata mengalami kerugian sebesar Rp6,48 triliun tahun 2016

Britama.com – Bank Permata Tbk (BNLI) mencatat rugi bersih Rp6,48 triliun per 31 Desember 2016 dari sebelumnya membukukan laba bersih Rp247,11 miliar per 31 Desember 2015. Kerugian tersebut disebabkan oleh melonjaknya Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan dari Rp3,68 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp12,21 triliun pada tahun 2016 atau melonjak 231,79%.

Pendapatan bunga dan syariah bersih turun menjadi Rp5,88 triliun dibandingkan sebelumnya Rp6,19 triliun atau turun 5,01%. Pendapatan operasional turun menjadi Rp8,15 triliun dari sebelumnya Rp8,34 triliun.

Rugi sebelum pajak tercatat mencapai Rp8,63 triliun dari sebelumnya laba sebelum pajak Rp293,53 miliar per Desember 2015.

Total aset per 31 Desember 2016 mencapai Rp165,52 triliun turun dibandingkan total aset per 31 Desember 2015 sebesar Rp182,68 triliun.

Untuk meningkatkan kinerja Perseroan pada tahun 2017, Bank Permata siap melakukan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan kinerja. Salah satunya melalui rencana rights issue tambahan senilai Rp3 triliun, sedangkan Rp1,5 triliun telah diterima sebagai capital advance pada 6 Desember 2016 dari kedua pemegang saham utama. Rights issue tersebut akan dijalankan pada paruh pertama tahun 2017.

Perseroan terus mengambil langkah-langkah proaktif untuk meningkatkan kinerja keuangannya dengan mengelola NPL dan memperketat kontrol terhadap risiko.

Related posts