Mei 16, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

BKSL akan right issue dengan target dana Rp2,32 triliun

Britama.com – Sentul City Tbk (BKSL) akan menggelar aksi penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dalam waktu dekat. BKSL berencana menawarkan 20,7 miliar saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp112 per saham. Dari right issue tersebut Perseroan menargetkan dana yang diperoleh mencapai Rp2,32 triliun.

Rencananya, BKSL menggunakan dana hasil penerbitan saham itu untuk menambah cadangan lahan (landbank), dengan mengakuisisi saham PT Graha Sejahtera Abadi (GSA). Nilai aset GSA ditaksir mencapai Rp3,47 triliun. Perseroan ingin mengakuisisi GSA senilai Rp 2 triliun, dengan membeli saham 99,99%.

Tapi, pemegang saham pengendali BKSL, PT Citra Kharisma Komunika, menyatakan, mereka tidak akan mengeksekusi hak pada HMETD ini. Begitu pula EFG Bank Singapore yang memiliki 6,53% saham BKSL. Saham-saham rights issue bakal dibeli oleh pembeli siaga, yakni PT Sakti Generasi Perdana. Perusahaan ini merupakan pemilik 99,99% saham GSA.

Sakti Generasi bakal menyetorkan sebagian modal pada HMETD ini dengan setoran aset (inbreng). Saat ini, Sakti Generasi menggenggam 7,94% saham BKSL.

Jika seluruh pemegang saham selain Citra Kharisma dan EFG Bank Singapura melaksanakan hak memesan efek terlebih dahulu, kepemilikan Sakti Generasi di BKSL akan meningkat menjadi 23,26%. Tapi, kalau semua pemegang saham BKSL tidak melaksanakan hak tersebut termasuk pemegang saham publik, maka kepemilikan Sakti Generasi atas Bukit Sentul mencapai 42,46%.

Rencana HMETD ini termasuk aksi korporasi dengan pihak terafiliasi. Dalam keterbukaan informasi kepada bursa, BKSL mengungkapkan, saham Bukit Sentul milik Citra Kharisma telah dideklarasikan sebagai aset pengampunan pajak oleh pihak yang mempunyai dan mengendalikan saham Sakti Generasi.

Related posts