Mei 11, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Kurangi kepadatan Tol, Jasa Marga bangun 51 Operator dan menambah Jalur

Britama.com – Jasa Marga Tbk (JSMR) yang sebagai operator tol yaitu antara lain operator tol Jakarta – Tangerang, bersama PT Marga Mandalasakti (MMS), operator tol Tangerang-Merak, siap membangun 51 gerbang tol baik on ramp maupun off ramp di jalan tol Jakarta-Tangerang dan Tangerang-Merak. Langkah itu dilakukan sebagai konsekuensi pengintegrasian transaksi di kedua jalan tol yang akan direalisasikan pada April 2017.

Pengintegrasian sistem transaksi tersebut diharapkan dapat mengatasi kepadatan, khususnya antrean Gerbang Tol Karang Tengah, dan meningkatkan pelayanan kepada pemakai jalan tol.

Sebagai konsekuensi ditiadakannya transaksi Gerbang Tol Karang Tengah, saat ini Perseroan sedang melakukan pembangunan konstruksi sejumlah gerbang tol di beberapa lokasi, seperti Karang Tengah Barat, Alam Sutera, Tangerang, Karawaci, dan Bitung.

Jumlah gerbang tol yang sedang dibangun saat ini adalah 11 gerbang dengan total 51 gardu tol. Dari seluruh gardu tol tersebut, 28 di antaranya adalah Gardu Tol Otomatis (GTO).

Pembangunan konstruksi ini ditargetkan dapat selesai pada April 2017. Saat ini Jasa Marga juga dalam proses untuk mengadakan sarana prasarana peralatan tol untuk seluruh gerbang tol yang sedang dibangun tersebut.

Dengan adanya integrasi tersebut, nantinya terdapat dua sistem transaksi dan penarifan di jalan tol Jakarta – Tangerang – Merak. Pertama, transaksi dari Jakarta -Tangerang – Cikupa akan diberlakukan skema terbuka dengan penarifan merata dari Tomang sampai dengan Cikupa. Kedua, skema pembayaran ruas Cikupa-Merak dengan sistem tertutup atau penarifan proporsional mulai dari Cikupa sampai dengan Merak.

Pada bagian lain, PT Marga Mandalasakti (MMS), akan menambah lajur keempat dari Cikupa hingga Cilegon Timur sepanjang 60 kilometer dengan investasi sekitar Rp7,8 triliun. Penambahan lajur tersebut akan dilakukan bertahap dengan diawali dari Cikupa hingga Bitung sepanjang 5 kilometer.

Terkait lahan untuk penambahan lajur keempat, manajemen Perseroan menyatakan bahwa sudah tersedia dan dibebaskan, karena hanya tinggal menambah lajur di sisi lajur eksisting. Perseroan juga saat ini tengah mematangkan persiapan penambahan lajur itu hingga Cilegon.

Related posts