November 30, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih Intiland Development / DILD Turun 25,6% pada tahun 2016

Britama.com – Pengembang properti PT Intiland Development Tbk (DILD) melaporkan hasil kinerja keuangan tahunan yang berakhir 31 Desember 2016. Berdasarkan laporan keuangan tahunan 2016, Perseroan membukukan pendapatan usaha Rp2,28 triliun, atau naik 3,4 persen dari pencapaian sebesar Rp2,2 triliun pada tahun 2015.

“Kami akan terus meningkatkan kontribusi dari segmen recurring income. Seiring dengan penyelesaian proyek pengembangan mixed-use seperti Praxis dan Spazio Tower di Surabaya akan memberikan kontribusi positif pada kinerja perusahaan,” kata Archied.

Pada tahun 2016, kontribusi pendapatan berkelanjutan tercatat mencapai Rp347,6 miliar atau 15,3 persen dari keseluruhan. Jumlah tersebut meningkat sebesar 53,4 persen dibanding perolehan tahun 2015 yang mencapai Rp226,6 miliar. Segmen pendapatan dari pengembangan (development income) tercatat memberikan kontribusi sebesar Rp1,93 triliun, atau 84,7 persen dari keseluruhan. Pencapaian ini mengalami penurunan tipis sebesar 2,3 persen dibandingkan perolehan tahun 2015 sebesar Rp1,97 triliun.

Archied mengungkapkan bahwa berdasarkan segmentasi produknya, segmen pengembangan perumahan menjadi kontributor terbesar mencapai Rp1,1 triliun, atau setara 48,9 persen dari keseluruhan. Kontributor berikutnya berasal dari segmen pengembangan mixed-use dan high rise yang tercatat mencapai Rp733,5 miliar atau 32,2 persen.

Menurut Archied, industri properti nasional mengalami tekanan cukup berat sepanjang tahun 2016. Kondisi ini secara langsung menekan kinerja penjualan sehingga berpengaruh pada pencapaian profitabilitas Perseroan. Perseroan mencatatkan perolehan laba kotor sebesar Rp1,04 triliun, atau relatif stabil dari pencapaian tahun 2015. Laba usaha tercatat mencapai Rp404,3 miliar, atau lebih rendah 11,6 persen dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp457,1 miliar.

“Kami membukukan laba bersih Rp298,9 miliar, atau turun 25,6 persen dibandingkan tahun 2015. Penurunan laba juga dipengaruhi oleh adanya peningkatan beban operasional dan beban bunga sepanjang tahun 2016,” jelas Archied.

Manajemen Perseroan berkeyakinan prospek kondisi pasar properti akan berangsur-angsur membaik di tahun 2017. Perseroan merencanakan untuk meluncurkan sejumlah proyek baru di segmen pengembangan mixed-use dan high rise di Jakarta dan Surabaya.

Related posts