Maret 04, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih Telkom / TLKM tumbuh 45,75% pada Q1 2017

Britama.com – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) melaporkan kinerja yang cukup bagus pada Q1 2017 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp6,69 triliun atau Rp67,51 per saham, naik 45,75% dari laba bersih pada periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar Rp4,59 triliun atau Rp46,72 per saham.

Pencapaian kinerja TLKM pada Q1 2017 tersebut terutama didukung oleh Pendapatan Pokok Perseroan yang mengalami peningkatan sebesar 12,64% menjadi Rp31,02 triliun, dan diiringi Peningkatan laba usaha Perseroan dari Rp9,57 triliun pada Q1 2016 menjadi Rp12,49 triliun pada Q1 2017 atau meningkat 30,51%, serta Laba Sebelum Pajak meningkat dari Rp9,32 triliun menjadi Rp12,32 triliun.

Perlu diketahui, Pendapatan Pokok Perseroan terutama dikontribusikan dari Pendapatan Telepon yaitu sebesar Rp11,49 triliun, naik 5,70% dari Rp10,87 triliun pada Q1 2017. Pendapatan Telepon terbesar berasal dari Pendapatan Telepon Selular dengan Pendapatan pada Q1 tahun 2017 dan Q1 2016 masing-masing sebesar Rp9,61 triliun dan Rp8,92 triliun, sedangkan sisanya berasal dari Pendapatan Telepon tidak bergerak. Berikutnya adalah Berasal dari Pendapatan Internet dan Data Selular pada Q1 2017 yaitu sebesar Rp8,09 triliun, naik dari 28,21% dari Q1 2016 yaitu sebesar Rp6,31 triliun, dan Selanjutnya berasal dari Internet, Komunikasi Data dan Jasa Teknologi Informasi yaitu meningkat dari Rp3,71 triliun menjadi Rp4,42 triliun pada Q1 2017, selanjutnya dari Pendapatan SMS (Short Messaging Services) pada Q1 2017 sebesar Rp3,37 triliun, menurun 14,90% dari Pendapatan SMS pada Q1 2016. Serta Sisanya berasal dari Pendapatan Lain (TV Berbayar, Interkoneksi, Penjualan Handset, CPE dan Terminal serta lainnya) yaitu sebesar Rp3,64 triliun pada Q1 2017, meningkat dari Rp2,40 triliun pada Q1 2016.

Pada akhir Q1 2017, Aset TLKM tercatat sebesar Rp187,59 triliun atau naik 4,44% dari aset tahun 2016 yaitu Rp179,61 triliun, dan Utang Perseroan mengalami peningkatan sedikit dari Rp74,07 triliun tahun 2016 menjadi Rp75,13 triliun Q1 2017.

Related posts