Maret 05, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Perhatikan beberapa saham di bawah ini pada hari ini (07/04/2017)

Britama.com – Bank Central Asia Tbk (BBCA): Trend Bearish & Fase Distribusi, didukung Stochastic Overbought, Candle matching high, Penutupan di atas 16650, trend volume menurun, dapat dorong peluang penurunan terbatas, selama di bawah 18550. Penurunan di bawah 16075 peluang untuk akumulasi. Rekomendasi: Beli 17125-17425 target 17775-18250 stop loss di bawah 16075.

Vale Indonesia Tbk (INCO): Trend Bearish & Fase Distribusi, didukung Stochastic Bearish, Candle Matching Low, Penutupan di atas 2.250, trend volume meningkat, dapat dorong peluang kenaikan terbatas, selama di bawah 2520. Penurunan di bawah 2180, peluang untuk akumulasi.Rekomendasi: Beli 2305-2345 target 2395-2480 stop loss di bawah 2180.

PP Properti Tbk (PPRO): Trend Bullish & Fase Akumulasi, didukung Stochastic Bullish, Candle Dark Cloud Cover, Penutupan di atas 272, trend volume meningkat, dapat dorong peluang kenaikan terbatas selama di bawah 305. Penurunan di bawah 262, peluang untuk akumulasi. Rekomendasi: Beli 279-284 target 290-300 stop loss di bawah 262.

Wijaya Karya Beton Tbk (WTON): Trend Bullish & Fase Distribusi, didukung Stochastic oversold, Candle Bullish Engulfing, Penutupan di atas 775 trend volume meningkat, dapat dorong peluang kenaikan terbatas selama di bawah 860. Penurunan di bawah 745, peluang untuk akumulasi.Rekomendasi: Beli 790-805 target 820-840 stop loss di bawah 745.

Sebagai info, transaksi investor asing di Keempat emiten tersebut pada hari sebelumnya (06/04/2017), sebagai berikut: BBCA asing (jual Rp154,80 miliar dan beli Rp368,23 miliar), INCO asing (jual Rp7,69 miliar dan beli Rp0,75 miliar), PPRO asing (jual Rp0,09 miliar dan beli Rp0,15 miliar), WTON asing (jual Rp0,32 miliar dan beli Rp0,07 miliar).

Perhatian: britama.com tidak memberikan pernyataan akurat atau tidak akurat terhadap segala pendapat / rekomendasi / informasi / saran / data-data sebagaimana tercantum dalam Website ini karena hanya bersifat memberikan informasi pasar saham. Pilihan dalam berinvestasi sepenuhnya menjadi keputusan dan tanggung jawab pribadi investor.

Related posts