November 20, 2018

Select your Top Menu from wp menus

Penawaran Umum Perdana (IPO) Saham PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD)

britama.com, Penawaran Umum Perdana (IPO / Initial Public Offering) Saham PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) dilakukan oleh PT Bahana Sekuritas (DX), PT BCA Sekuritas (SQ) dan PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia (DP) selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

Adapun Jadwal Penawaran Umum Perdana Saham sebagai berikut:

Kegiatan
Tanggal
Tanggal Efektif
14 Jun 2017
Masa Penawaran
15 – 16 Jun 2017
Tanggal Penjatahan
19 Jun 2017
Tanggal Distribusi Saham secara Elektronik
20 Jun 2017
Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan
20 Jun 2017
Tanggal Pencatatan Saham pada BEI
21 Jun 2017

Jumlah Saham yang ditawarkan dalam IPO ini adalah sebanyak 1.250.000.000 lembar saham baru dengan Nilai Nominal Rp100,- dan Harga Penawaran Rp260,- per saham.

Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Perdana Saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi saham akan digunakan seluruhnya untuk: 1.) Sekitar 56% untuk belanja modal untuk segmen manufaktur (membeli tanah, mesin dan/atau perlengkapan untuk manufaktur produk baru) dan untuk segmen retail dan distribusi (membuka toko retail baru dan pusat distribusi), 2.) Sekitar 33% untuk membayar semua atau sebagian hutang, dan 3.) Sisanya 11% untuk modal kerja.

PT Integra Indocabinet didirikan pada tahun 1989. Kantor pusat PT Integra Indocabinet berlokasi di Jl. Raya Betro 678, Sedati, Sidoarjo 61253, Jawa Timur – Indonesia.

Ruang lingkup kegiatan usaha PT Integra Indocabinet adalah bergerak di bidang produksi mebel berbahan dasar kayu dan produk kayu lainnya, konsesi hutan serta ritel dan distribusi mebel serta perlengkapan dekorasi rumah. Saat ini, PT Integra Indocabinet mrmproduksi mebel, pintu dan komponen bangunan berbasis kayu, dan memiliki 2 konsesi kehutanan seluas 163.425 ha serta 1 toko ritel dengan nama Thema Home di Surabaya.

Sebelum Penawaran Umum Perdana, saham PT Integra Indocabinet dimiliki oleh PT Integra Indo Lestari (99,14%) dan PT Sinergi Mentari Alam (0,86%).

Related posts