Desember 03, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Kinerja Semester I 2017: INCO mengalami kerugian sebesar USD21,65 juta

Britama.com – Perusahaan pertambangan nikel swasta terbesar di Indonesia, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melaporkan kinerja yang kurang bagus pada Semester I 2017 dengan membukukan kerugian bersih sebesar USD21,48 juta atau USD(0,0022) per saham dibandingkan dengan Kerugian bersih pada periode yang sama tahun 2016 yaitu sebesar USD20,04 juta atau USD(0,0020).

Penurunan kinerja INCO pada Semester I 2017 tersebut disebabkan oleh disebabkan kondisi harga nikel yang mengalami penurunan sehingga Perseroan mengalami kerugian kotor pada Semester I 2017 sebesar USD17,99 juta, meningkat dibandingkan Rugi Kotor pada periode yang sama tahun lalu yaitu USD13,29 juta.

Semester itu Penjualan pokok Perseroan masih meningkat dari USD246,84 juta menjadi USD291,89 juta. Pendapatan lain Perseroan mengalami kenaikan dari USD0,96 juta menjadi USD1,15 juta. Pendapatan Pokok Perseroan seluruhnya berasal dari pertambangan dan pengolahan nikel dengan harga patokan berasal dari LME (London Metal Exchange)

Beban usaha Perseroan mengalami penurunan dari USD6,14 juta menjadi USD5,42 juta, serta Beban Lainnya mengalami kenaikan dari USD2,47 juta menjadi USD5,12 juta, selain itu Beban Keuangan Perseroan menurun dari USD4,64 juta menjadi USD4,16 juta.

Hingga Semester I 2017, aset INCO pada mencapai USD2,17 miliar, turun dari USD2,23 miliar pada tahun 2016. Total utang Perseroan menurun dari USD390,90 juta tahun 2016 menjadi USD356,49 juta pada Semester I 2017.

Related posts