Desember 13, 2018

Select your Top Menu from wp menus

GIAA mengalami rugi bersih sebesar USD67,6 juta pada tahun 2017

Britama.com – Garuda Indonesia Tbk (GIAA) membukukan rugi bersih USD67,6 juta pada tahun 2017 dibandingkan laba bersih USD9,36 juta pada tahun 2016.

Rugi itu belum memperhitungkan extraordinary item. Apabila memperhitungkan extraordinary item, maka rugi Garuda Indonesia mencapai USD213,4 juta atau meningkat lebih dari tiga kali lipat.

Sementara itu, Pendapatan GIAA tahun 2017 sebesar USD4,2 miliar atau naik 8,1% YoY.

Pada tahun 2017 ada pos-pos khusus yang menyebabkan kerugian GIAA mencapai USD213,4 juta, yaitu berpartisipasinya Garuda Indonesia pada proses tax amnesty dan perseroan harus membayar denda kepada Australia.

Gugatan dari Australia atas bisnis kargo perseroan berujung pada Garuda Indonesia harus membayar denda sebesar USD7,5 juta pada tahun 2017.

Secara konsolidasi, beban perseroan meningkat sebesar 13% menjadi USD4,25 miliar dari sebelumnya USD3,8 miliar. Kenaikan beban terbesar yaitu dari bahan bakar yang naik 25% pada tahun 2017 menjadi USD1,15 miliar dari sebelumnya USD924 juta.

Related posts