Juli 10, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

GIAA masih mencatat laba bersih positif

Britama.com – Garuda Indonesia Tbk (GIAA) memproyeksikan pendapatan di akhir tahun 2019 akan meleset dari target yang disebabkan oleh berkurangnya pendapatan dari bisnis jasa pengelola ground handling di Gapura Angkasa, anak usaha yang dimiliki perusahaan bersama dengan Angkasa Pura II.

Namun demikian, GIAA masih bisa mencatatkan laba bersih yang positif. Sebelumnya, GIAA menargetkan pendapatan di angka USD5,4 miliar dan laba bersih di level USD71,0 juta sementara per September 2019 pendapatan GIAA tercatat sebesar USD3,54 miliar dan laba bersih USD122,42 juta dengan kontribusi pemasukan dari jasa ground handling senilai USD42,52 juta.

Adanya proyeksi penurunan disebabkan adanya penurunan nilai (impairment), menyusul berakhirnya kerja sama GIAA dengan Sriwijaya Air Group beberapa waktu yang lalu senilai USD3,54 miliar.

Lebih lanjut, total pendapatan Garuda yang berasal dari penerbangan berjadwal USD2,79 miliar, penerbangan tidak berjadwal 249,9 juta, dan pendapatan lain-lainnya USD494,89 juta.

Kontribusi anak usaha dari total grup mencangkup 28,8% yang terdiri dari pendepatan Citilink, GMFAero Asia, Aero Wisata, Sabre, Asyst, dan Gapura.

Related posts