September 28, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

PGAS siapkan beberapa langkah agar kinerja tetap berkembang

Britama.com – Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) melakukan strategi efisiensi dari mulai operasional hulu hingga hilir untuk menyesuaikan margin atas turunnya harga gas bumi yang dicanangkan oleh pemerintah.

Dalam Perpres No 40 tahun 2016, rencana penurunan harga gas kepada industri dilakukan melalui penyesuaian harga gas di hulu yang dibeli dari kontraktor dengan tidak mengurangi besaran penerimaan yang menjadi bagian dari kontraktor.

Selama ini, harga gas di hulu berkontribusi sekitar 70% dari harga gas kepada pelanggan akhir. Kompensasi tersebut dapat dilakukan melalui penurunan harga beli hulu ataupun penggantian selisih biaya untuk menutupi biaya kegiatan pengelolaan infrastruktur dan niaga PGAS atau mekanisme lain yang dipilih Pemerintah.

Sementara itu sesuai dengan arahan Kementerian ESDM, penurunan pendapatan di sisi transportasi dan distribusi gas akan dikompensasi antara lain dengan jaminan pasokan gas dan efisiensi perusahaan. Konsep DMO untuk pasokan gas merupakan salah satu solusi, yang artinya pasokan gas tersebut harus fixed volumenya dengan harganya khusus.

Adapun pemerintah memutuskan harga gas bumi diturunkan menjadi rata-rata USD6/mmbtu di plant gate konsumen mulai 1 April 2020.

PGAS) berkomitmen untuk segera mengoperasikan terminal LNG Teluk Lamong di Surabaya, Jawa Timur. Fasilitas LNG ini untuk memperkuat kehandalan pasokan gas utamanya di Jawa Timur. Terminal akan mulai diuji coba pada Mei dengan kapasitas 40 mmscfd.

Saat ini, progress pembangunan infrastruktur gas ini sudah mencapai sekitar 90%. Apabila pembangunan terminal selesai secara permanen, dapat memenuhi kebutuhan gas di Jawa Timur sebesar 180 mmscfd pada 2023.

Related posts