Penawaran Umum Perdana (IPO) Saham PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU)

britama.com, Penawaran Umum Perdana (IPO / Initial Public Offering) Saham PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU) dilakukan oleh PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan Penjamin Emisi Efek.

Adapun Jadwal Penawaran Umum Perdana Saham sebagai berikut:

Kegiatan
Tanggal
Tanggal Efektif
26 Nov 2020
Masa Penawaran
30 Nop – 02 Des 2020
Tanggal Penjatahan
04 Des 2020
Tanggal Distribusi Saham secara Elektronik
07 Des 2020
Tanggal Pencatatan Saham pada BEI
08 Des 2020

Jumlah Saham yang ditawarkan dalam IPO ini adalah sebanyak 300.000.000 lembar saham baru dengan Nilai Nominal Rp50,- dan Harga Penawaran Rp100,- per saham.

Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Perdana Saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi saham, akan digunakan seluruhnya, sebagai berikut:

  1. Sebesar Rp5.000.000.000,- untuk membayar sebagian pokok hutang bank kepada Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI);
  2. Sekitar 44% untuk pembelian alat tower crane, concrete pump, dan passenger hoist dalam rangka peremajaan alat; dan
  3. Sisanya untuk modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan operasional Perseroan.

PT Djasa Ubersakti didirikan pada tanggal 22 Februari 1971. Kantor pusat PT Djasa Ubersakti berlokasi di Bona Indah Plaza Blok A2/B8, Jl. Karang Tengah Raya, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12440, Indonesia.

Ruang lingkup kegiatan usaha PT Djasa Ubersakti adalah bergerak dalam bidang usaha konstruksi gedung tempat tinggal, perdagangan besar mesin, peralatan, dan perlengkapan lainnya, real estat yang dimiliki sendiri atau disewa, perdagangan besar bahan dan perlengkapan bangunan. Saat ini, kegiatan usaha utama PTDU adalah bergerak dalam bidang konstruksi dan real estat melalui Entitas Anak, yakni PT Djasa Ubersakti Properti yang memiliki anak usaha PT Dinamika Usaha Pergudangan dan PT Dinamika Usaha Perumahan.

Sebelum Penawaran Umum Perdana, saham PT Djasa Ubersakti dimiliki oleh PT Teknindo Geosistem Unggul (52,08%), PT RSK Investasi Unggul (39,58%), Radman Ediwena (4,17%) dan Rama Adiwena (4,17%).