Ini Dia Rincian Tentang Sumber Tani Agung Resources yang Mau IPO Serta Jadwal Tentatif

Britama.com – PT Sumber Tani Agung Resources Tbk yang akan IPO (Initial Public Offer atau Penawaran Umum Perdana) sebelum bernama PT Sinarlika Portibijaya Plantation yang didirikan pada tahun 31 Juli 1993, dan Pada Tahun 2018 mengubah namanya menjadi PT Sumber Tani Agung Resouces.

Berdasarkan Anggaran PT Sumber Tani Agung Resources Tbk, Perseroan bergerak di bidang Pertanian, Industri Pengolahan dan Perdagangan. Dan Kegiatan Usaha Utama Perseroan terdiri dari antara lain yaitu Perkebunan Buah Kelapa Sawit, Industri Minya Mentah Kelapa Sawit (CPO), Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil), Pemurnian mnyak Kelapa Sawit dan Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit, Industri Pemisahan / Faksinasi Minyak Murni Kelapa Sawit, Industri Minyak Goreng, Perdagangan Minyak dan Lemak Nabagi serta Aktivitas Perusahaan Holding.

Berdasarkan Prospektus dari Perseroan, Perseroan menawarkan saham sebanyak 877.072.000 lembar dengan nominal Rp100 sementara Harga Penawaran berkisar dari Rp470 – Rp605 per saham, Dan Penjamin Emisi IPO yaitu PT CIMB Niaga Sekuritas dan PT DBS Vickers Sekuritas. PT DBS Vicker Sekuritas juga merupakan Manajer Penjatahan Saham.

Dan Berikut ini adalah Jadwal Sementara atau Tentative IPO yaitu antara lain

Keterangan
Tanggal
Masa Penawaran Awal
9-15 Februari 2022
Perkiraan Tanggal Efektif
25 Februari 2022
Perkiraaan Tanggal Penjatahan
2-8 Maret 2022
Perkiraan tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik
9 Maret 2022
Perkiraan tanggal Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia
10 Maret 2022

Berdasarkan Laporan yang dilampirkan, Penjualan Perseroan pada Q2 2021 mengalami peningkatan sebesar 22,51% menjadi Rp387,09 miliar, bila dibandingkan dengan Penjualan pada Q2 2020 yaitu sebesar Rp315,96 miliar, Sementara Laba bersih tahun berjalan Perseroan pada Q2 2021 mencapai Rp212,34 miliar, meningkat 91,80% dari Laba Tahun berjalan Q1 2020 yaitu sebesar Rp110,71 miliar.

Sementara Aset Perseroan pada Q2 2021 mencapai Rp835,22 miliar meningkat Aset tahun 2020 yaitu Rp712,70 miliar, dan Liabilitas menurun dari Rp198,41 miliar pada tahun 2020 menjadi Rp185,97 miliar pada Q2 2021.