Laba bersih Bank Maybank Indonesia (BNII) Tetap Meningkat walaupun Pendapatan Turun Tahun 2021

Britama.com – Pada laporan keuangan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) tahun 2021 yang telah diaudit mencatat Pertumbuhan Laba bersih sebesar Rp1,64 triliun atau Rp21,58 per saham meningkat 29,13% dari laba bersih pada tahun sebelumnya yaitu Rp1,27 triliun.

Peningkatan laba bersih BNII pada tahun 2021 tersebut terutama didukung oleh Beban Operasional yang mengalami penurunan dari Rp7,79 triliun menjadi Rp7,02 triliun atau turun 9,88%. Dari Penurunan Beban operasional tersebut terutama berasal dari Penyisihan kerugian penurunan nilai atas instrument keuangan (cadangan Kerugian) sebesar 26,47% menjadi Rp1,50 triliun pada tahun 2021. Beban Bunga Perseroan juga mengalami penurunan dari Rp5,57 triliun menjadi Rp3,61 triliun.

Meskipun laba bersih Perseroan mengalami pertumbuhan, akan tetapi Pendapatan Perseroan mengalami penurunan dari Rp12,83 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp10,73 triliun pada tahun 2021 atau turun 16,37%. Penurunan Pendapatan Perseroan terutama terjadi dibagian Kredit yang diberikan yaitu Rp7,15 triliun menjadi Rp5,47 triliun. Selain Pendapatan dari Kredit yang diberikan, berikut ini adalah rincian pendapatan bunga dan syariah Perseroan pada tahun 2021 dan 2020 yaitu

  • Pendapatan Syariah – Rp1,95 triliun dan Rp2,07 triliun.
  • Piutang Pembiayaan Konsumen Neto – Rp1,67 triliun dan Rp2,10 triliun.
  • Efek-efek – Rp1,55 triliun dan Rp1,35 triliun.
  • Penempatan pada BI dan Bank Lain – Rp85,23 miliar dan Rp155,15 miliar.
  • Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah – Rp- dan Rp8,67 miliar.
  • Lain-lain – Rp1,74 miliar dan Rp1,67 miliar.

Total Aset Perseroan pada tahun 2021 dan 2020 masing-masing sebesar Rp168,76 triliun dan Rp173,22 triliun, Sementara Liabilitas Perseroan di tahun 2021 dan 2020 yaitu masing-masing sebesar Rp146,00 triliun dan Rp140,03 triliun.

Laporan BNII tahun 2021 selengkapnya