Laba bersih Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) Masih Negatif 2021

Britama.com – Sepanjang tahun 2021, Kinerja PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) masih belum pulih akibat pandemik. Perseroan membukukan kerugian sebsear Rp275,02 miliar atau Rp172,97 per saham, hal tersebut sudah menurun kerugiannya bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mengalami kerugian hingga Rp392,84 miliar atau Rp247,07 per saham.

Selanjutnya pendapatan pokok perseroan mengalami penurunan dari Rp414,18 miliar menjadi Rp389,34 miliar. Berikut ini adalah rincian pendapatan Perseroan berdasarkan segmen operasi pada tahun 2021 dan 2020 yaitu antara lain

  • Pariwisata – Rp246,50 miliar dan Rp268,21 miliar.
  • Real Estate – Rp73,63 miliar dan Rp66,51 miliar.
  • Perdagangan dan Jasa – Rp80,25 miliar dan Rp100,65 miliar.
  • Eliminasi – Rp(11,04) miliar dan Rp(21,19) miliar.

Beban pokok Perseroan pada tahun 2021 menjadi Rp289,45 miliar, hal tersebut menurun 25,81% dari beban pokok tahun sebelumnya yaitu Rp364,17 miliar, selanjutnya beban usaha dan lainnya Perseroan mengalami penurunan dari Rp326,19 miliar pada tahun 2021 menjadi Rp222,79 miliar. Sedangkan beban keuangan Perseroan meningkat dari Rp85,07 miliar menjadi Rp106,04 miliar.

Sebagai catatan, total aset PJAA pada tahun 2021 dan 2020 masing-masing sebesar Rp4,42 triliun dan Rp4,04 triliun, sementara kas dan setara kas Perseroan pada tahun 2021 dan 2020 masing-masing yaitu Rp843,47 miliar dan Rp333,15 miliar. Sedangkan total liabilitas Perseroan masing-masing sebesar Rp2,93 triliun dan Rp2,28 triliun.

Laporan PJAA tahun 2021 selengkapnya