Satu Investor Lama Keluar, Dua Investor baru masuk Bank Ina Perdana (BINA)

Britama.com – PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) melaporkan terdapat 2 pemegang sahambaru yakni UOB Kay Hian Pte Ltd dengan kepemilikan1.034.416.550 lembar atau 17,42% menggantikan posisi Liontrust Singapura yang sebelumnya memegang 17,42% saham BINA.

Adapun pemegang saham baru lainnya, Asuransi Jiwa Central AsiaRaya kini memegang 7,96% yang sebelumnya tidak memegangsaham BINA. Sedangkan pemegang saham pengendali, IndolifePensiontama tetap memegang 22,47% porsi saham BINA.

Samudera Biru tetap memegang 17,56%, Gaya Baru Masa Kini tetap memegang 11,34%, Trustee of NS Financial Fund DBS BankLtd tetap memegang 9,99%, PT Philadel Terra Lestari tetapmemegang 6,69%.

Berikut ini adalah Rincian Pemegang Saham BINA Berdasarkan laporan Registrasi Pemegang Efek Pada 31 Januari 2022

Nama Pemegang
Lokasi
Jumlah Saham Sebelumnya
Persen Saham Bulan sebelumnya
Jumlah Saham Bulan ini
Persen Saham Bulan ini
DBS Bank Ltd S/A LTSL
Singapore
593.387.750
9,99%
593.387.750
9,99%
PT PHILADEL
Kedoya Selatan – Jakarta Barat
397.319.500
6,69%
397.319.500
6,69%
LIONTRUST S/A NS
Singapore
1.034.416.550
17,42%
0
0%
PT Indolife Pensiontama (Pengendali)
Jakarta Pusat
1.334.124.622
22,47%
1.334.124.622
22,47%
PT Gaya Hidup Masa
Jakarta Pusat
673.038.150
11,34%
673.038.150
11,34%
PT Samudra Biru
Jakarta Pusat
1.042.583.873
17,56%
1.042.583.873
17,56%
UOB Kay Hian Pte Ltd
Singapore
0
0%
1.034.416.550
17,42%
PT. Asuransi Jiwa Centra
Jakarta Barat
0
0%
472.674.100
7,96%

Selama 9 bulan Pertama tahun 2021, Perseroan mencetak pertumbuhan laba bersih sebesar 212,73% menjadi Rp29,24 miliar atau sebesar Rp5,17 per saham, Sementara itu Pendapatan Perseroan mengalami pertumbuhan dari Rp309,03 miliar pada Q3 2020 menjadi Rp495,80 miliar pada Q3 2021, meningkat sebesar 60,44%.

Total Aset Perseroan mengalami peningkatan dari Rp8,44 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp11,89 triliun pada Q3 2021, dan Liabilitas mengalami peningkatan dari Rp7,22 triliun menjadi Rp10,69 triliun. Sedangkan Total Ekuitas mengalami penurunan sedikit dari Rp1,22 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp1,20 triliun pada Q3 2021.