Rincian Penawaran Umum Perdana (IPO) PT Winner Nusantara Jaya Tbk dan Jadwal Tentative

Banner Image

Britama.com – PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) didirikan pada 10 Oktober 2007 dan berkedudukan di Kota Batam – Kepulauan Riau. Kegiatan usaha utama Perseroan bergerak sebagai Developer Real Estat yang dimiliki sendiri atau disewa, real estate atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak, aktivitas Perseroan holding, aktivitas kantor pusat, aktivitas konsultasi manajemen lainnya dan aktivitas keinsinyuran dan konsultasi teknis yang berkaitan dengan itu.

Dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham (IPO / Initial Public Offering) ini, Sebanyak-banyaknya 1.500.000.000 saham biasa atas nama yang seluruhnya adalah Saham Baru dan dikeluarkan dari portepel Perseroan, yang mewakili sebanyak-banyaknya sebesar 28,65% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham, dengan nilai nominal Rp20 setiap saham, dan ditawarkan kepada Masyarakat dengan Harga Penawaran Rp100–Rp140 setiap saham, Pemesanan Saham melalui Sistem Penawaran Umum Elektronik harus disertai dengan ketersediaan dana yang cukup pada RDN pemesan yang terhubung dengan Sub Rekening Efek Pemesan yang digunakan untuk melakukan pemesanan saham. Jumlah seluruh nilai Penawaran Umum Perdana Saham ini adalah sebanyak-banyaknya Rp210.000.000.

Temukan Pilihan Terbaikmu!

Bersamaan Penawaran Umum ini Perseroan juga menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 1.300.000.000 Waran Seri I atau sebesar 34,80% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran disampaikan, yang menyertai penerbitan Saham Baru adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian Saham Biasa Atas Nama yang bernilai nominal Rp20 setiap sahamnya dengan Harga Pelaksanaan sebesar Rp250 (dua ratus lima puluh Rupiah). Sehingga seluruhnya adalah sebanyak-banyaknya Rp325.000.000.000 (tiga ratus dua puluh lima miliar Rupiah), yang dapat dilakukan selama masa berlakunya waran yaitu selama 3 tahun dimana pelaksanaannya terhitung 6 (enam) bulan sejak diterbitkannya waran yaitu dimulai sejak tanggal 19 Oktober 2022 sampai dengan 18 April 2025.

Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang Namanya tercatat dalam daftar penjatahan Penawaran Umum yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek pada Tanggal Penjatahan. Setiap pemegang 15 saham baru Perseroan berhak memperoleh 13 waran dimana setiap 1 (satu) waran memberikan hak kepada pemegang untuk membeli 1 (satu) saham baru Perseroan yang dikeluarkan dari portepel.

Dan Berikut ini adalah Jadwal Sementara atau Tentative IPO yaitu antara lain

Keterangan
Tanggal
Perkiraan Tanggal Pre-Efektif
24 Maret 2022
Masa Penawaran Awal
28 Maret 2022 – 04 April 2022
Perkiraan Tanggal Efektif
08 April 2022
Perkiraan Masa Penawaran Umum
12 – 14 April 2022
Perkiraaan Tanggal Penjatahan
14 April 2022
Perkiraan Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan
18 April 2022
Perkiraan tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik dan Waran Seri I
18 April 2022
Perkiraan tanggal Pencatatan Saham dan Waran di Bursa Efek Indonesia
19 April 2022
Awal Perdagangan Waran Seri I
19 April 2022
Masa Perdagangan Waran Pasar Reguler & Negosiasi
19 April 2022 – 10 April 2025
Masa Perdagangan Waran Pasar Tunai
19 April 2022 – 14 April 2025
Periode Pelaksaanaan Waran
19 Oktober 2022 – 18 April 2025
Akhir masa berlaku Waran
18 April 2025

Seluruh dana yang diperoleh dari Penawaran Umum ini setelah dikurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan Penawaran Umum ini akan digunakan untuk:

  1. Sekitar Rp100.000.000.000 rencananya akan digunakan oleh Perseroan untuk membeli tanah dalam jangka waktu selambat-lambatnya pada akhir kuartal ke III di tahun 2022 dengan rincian sebagai berikut:
    • Sekitar Rp70.000.000.000 untuk pembelian potensial di Kota Madya Batam dan sekitarnya dengan total seluas 10 (sepuluh) hektar, dimana lahan tersebut akan dikembangkan dengan konsep mixed used.
    • Sekitar Rp30.000.000.000 untuk pembelian tanah potensial di kabupaten Bogor dan sekitarnya dengan total seluas 7.000 m2 (tujuh ribu meter persegi), dimana lahan tersebut akan dikembangkan dengan konsep hunian atau residential (perumahan).
  2. Sisa dana yang diperoleh akan dipergunakan untuk modal kerja dengan rincian sebagai berikut:
    • Modal kerja untuk Perseroan sekitar 32% (tiga puluh dua persen) dari sisa dana tersebut; Modal kerja Perseroan akan digunakan untuk biaya pematangan lahan, biaya pengembangan infrastruktur, dan pengembangan fasilitas seperti club house dan kolam renang, di lahan yang telah dimiliki oleh Perseroan yang berlokasi di Batam.
    • Modal kerja untuk PKG sekitar 18% (delapan belas persen) dari sisa dana tersebut; Modal kerja PKG akan digunakan untuk biaya pematangan lahan, biaya pengembangan infrastruktur dan fasilitas seperti automatic gate, di lahan yang telah dimiliki oleh PKG yang berlokasi di Batam.
    • Modal kerja untuk GIA sekitar 18% (delapan belas persen) dari sisa dana tersebut; Modal kerja GIA akan digunakan untuk biaya pematangan lahan, biaya penghijauan dan pengembangan fasilitas seperti kolam renang dan automatic gate, di lahan yang telah dimiliki oleh GIA yang berlokasi di Batam.
    • Modal kerja untuk KBI sekitar 16% (enam belas persen) dari sisa dana tersebut; dan Modal kerja KBI akan digunakan untuk biaya penghijauan, biaya pengembangan infrastruktur dan fasilitas seperti club house, di lahan yang telah dimiliki oleh KBI yang berlokasi di Batam.
    • Modal kerja untuk WNI sekitar 16% (enam belas persen) dari sisa dana tersebut. Modal kerja WNI akan digunakan untuk biaya konstruksi, di atas lahan yang dimiliki oleh WNI yang berlokasi di Batam.

Sedangkan dana yang diperoleh Perseroan dari pelaksanaan waran seri I, apabila dilaksanakan oleh pemegang saham, akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja Perseroan.

Sepanjang 8 bulan pada tahun 2021 (hingga 31 Agustus 2021), Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp106,53 miliar, melesat dari tahun sebelumnya (31 Desember 2021) yaitu Rp5.50 miliar. Peningkatan Laba bersih tersebut terutama dari Penerimaan pajak senilai Rp107,40 miliar sepanjang 8 bulan pertama tahun 2021, sementara pada tahun 2020 (31 Desember 2020) hanya sebesar Rp6,87 miliar. Sementara pendapatan Perseroan Per 31 Agustus 2021 dan tahun 2020 masing-masing sebesar Rp20,22 miliar menjadi Rp26,79 miliar.

Aset Perseroan pada 31 Agustus 2021 dan tahun 2020 masing-masing sebesar Rp253,38 miliar dan Rp83,95 miliar, sedangkan total liabilitas yaitu masing-masing sebesar Rp78,74 miliar dan Rp90,56 miliar.

Banner Image