Penawaran Umum Perdana (IPO) Saham PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA)

britama.com, Penawaran Umum Perdana (IPO / Initial Public Offering) Saham PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) dilakukan oleh PT Indo Capital Sekuritas (IU) selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan Penjamin Emisi Efek menjamin dengan kesanggupan penuh (full commitment) terhadap Penawaran Umum Perdana Saham ini.

Adapun Jadwal Penawaran Umum Perdana Saham sebagai berikut:

Kegiatan
Tanggal
Tanggal Efektif
15 Jul 2022
Masa Penawaran
19 – 21 Jul 2022
Tanggal Penjatahan
21 Jul 2022
Tanggal Distribusi Saham secara Elektronik
22 Jul 2022
Tanggal Pencatatan Saham dan Waran Seri I pada BEI
25 Jul 2022
Awal Perdagangan Waran Seri I
25 Jul 2022
Akhir Perdagang Waran Seri I
Pasar Reguler & Negosiasi
21 Jul 2023
Pasar Tunai
24 Jul 2023
Periode Pelaksanaan Waran Seri I
25 Jan – 25 Jul 2023
Akhir Masa Berlaku Waran Seri I
25 Jul 2023

Jumlah Saham yang ditawarkan dalam IPO ini adalah sebanyak 325.000.000 lembar saham baru atau sebanyak 20,00% dari jumlah modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah Penawaran Umum dengan Nilai Nominal Rp25,- dan Harga Penawaran Rp125,- per saham dan sebanyak 162.500.000 lembar Waran Seri I atau sebanyak-banyaknya 12,50% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Saham Perdana ini, yang menyertai saham baru yang namanya tercatat dalam daftar penjatahan IPO, yaitu 21 Jul 2022. Setiap pemegang 2 saham baru berhak memperoleh 1 waran, dimana setiap 1 waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru yang bernilai nominal Rp25,- setiap sahamnya dengan harga pelaksanaan sebesar Rp156,- per saham.

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum, setelah dikurangi biaya-biaya emisi yang terkait dengan Penawaran Umum akan digunakan seluruhnya, sebagai berikut:

  1. Sekitar 45,90% untuk Pembangunan Gudang digital berdasarkan surat penunjukkan pelaksana pembangunan gudang Entitas Anak yaitu PT Karya Asmon Solusi. Perseroan akan membangun sebanyak 23 unit gudang yang terbagi 3 blok bangunan deret dengan total luas tanah 6.610 m2 yang berlokasi di Jl. Kyai H. Syafi’i No. 90, Desa Sukumulyo, Kec. Manyar, Kab. Gresik, Provinsi Jawa Timur. Pembayaran dilakukan dengan sistem “Turn Key” dimana pembayaran akan dilakukan setelah unit-unit gudang siap beroperasi dan diserah terimakan kepada PT Karya Asmon Solusi. Hingga prospektus ini diterbitkan perizinan legalitas kegiatan usaha dan perizinan pembangunan gudang (IMB) PT Karya Asmon Solusi masih dalam tahap proses, namun demikian Perseroan dan PT Karya Asmon Solusi berkomitmen akan memenuhi perizinan legalitas kegiatan usaha selama 3 bulan dan IMB selama 6 bulan setelah Pernyataan Pendaftaran Perseroan menjadi efektif; dan
  2. Sekitar 54,10% untuk biaya penyediaan bahan baku material, biaya pembelian perlengkapan kerja dan biaya perawatan mesin beserta perangkat pendukungnya.

Sedangkan dana yang diperoleh Perseroan dari pelaksanaan Waran Seri I, jika dilaksanakan oleh pemegang waran, maka akan digunakan untuk penambahan Modal Kerja Perseroan, antara lain: untuk biaya penyediaan bahan baku material, biaya pembelian perlengkapan kerja dan biaya perawatan mesin beserta perangkat pendukungnya.

PT Bangun Karya Perkasa Jaya didirikan pada tanggal 07 Januari 2007. Kantor pusat PT Bangun Karya Perkasa Jaya berlokasi di Jl. Pattimura Plaza Segi Delapan C 851-852, Sono Kwijenan, Sukomanunggal, Surabaya 60189, Indonesia.

Ruang lingkup kegiatan usaha PT Bangun Karya Perkasa Jaya adalah bergerak dalam bidang pelaksana konstruksi berbagai bangunan gedung, bangunan sipil, instalasi mekanikal dan elektrikal, serta perdagangan besar bahan dan perlengkapan bangunan. Saat ini, kegiatan usaha utama KRYA adalah bergerak dalam bidang konstruksi umum (infrastuktur jalan, jembatan, dermaga) dan konstruksi baja.

Sebelum Penawaran Umum Perdana, saham PT Bangun Karya Perkasa Jaya dimiliki oleh PT Bangun Karya Artha Lestari (61,54%), Hok Gwan (Dharmo Budiono) (21,15%), Brigitta Notoatmodjo (17,31%) dan Pramana Budihardjo (0,003%).