Sejarah dan Profil Singkat KRYA (Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk)

britama.com, Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) didirikan pada tanggal 07 Januari 2007 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2007. Kantor pusat Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk berlokasi di Jl. Pattimura Plaza Segi Delapan C 851-852 Sono Kwijenan, Sukomanunggal, Surabaya, Jawa Timur 60189 – Indonesia.

Telp: (+62-31) 734-4509 (Hunting), Fax: (+62-31) 7388-2177.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (25-Jul-2022), yaitu: PT Bangun Karya Artha Lestari (49,23%), Hok Gwan (Dharmo Budiono) (16,92%), Brigitta Notoatmodjo (13,85%).

Pihak pengendali dan pemilik manfaat sebenarnya (ultimate beneficial owner) Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk adalah Bapak Hok Gwan (Dharmo Budiono).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan KRYA adalah bergerak dalam bidang pelaksana konstruksi berbagai bangunan gedung, bangunan sipil, instalasi mekanikal dan elektrikal, serta perdagangan besar bahan dan perlengkapan bangunan. Saat ini, kegiatan usaha utama KRYA adalah bergerak dalam bidang konstruksi umum (infrastuktur jalan, jembatan, dermaga) dan konstruksi baja.

Pada tanggal 15 Juli 2022, KRYA memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham KRYA (IPO) kepada masyarakat sebanyak 325.000.000 saham baru dengan nilai nominal Rp25,- per saham dengan harga penawaran Rp125,- per saham disertai dengan Waran Seri I sebanyak 162.500.000 dengan harga pelaksanaan Rp156,- per saham. Saham dan waran tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 25 Juli 2022.

Jenis Pencatatan
Saham
Tgl Pencatatan
Saham Perdana @ Rp125,-
323.375.000
25-Jul-2022
Pencatatan Saham Pendiri (Company Listing)
1.300.000.000
25-Jul-2022
Program Alokasi Saham Pegawai (ESA)
1.625.000
25-Jul-2022
Nama
Jabatan
Pramana Budihardjo Komisaris Utama
Budi Herlambang Komisaris Independen
 
Hok Gwan (Dharmo Budiono) Direktur Utama
Brigitta Notoatmodjo Direktur
Belum memilik anak usaha
Belum bagi Dividen