Penawaran Umum Perdana (IPO) Saham PT Saptausaha Gemilangindah Tbk (SAGE)

Temukan Pilihan Terbaikmu!
Temukan Pilihan Terbaikmu!
Temukan Pilihan Terbaikmu!

britama.com, Penawaran Umum Perdana (IPO / Initial Public Offering) Saham PT Saptausaha Gemilangindah Tbk (SAGE) dilakukan oleh PT Danatama Makmur Sekuritas (II) selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan PT Artha Sekuritas Indonesia (SH) selaku Penjamin Emisi Efek menjamin dengan kesanggupan penuh (full commitment) terhadap Penawaran Umum Perdana Saham ini.

Adapun Jadwal Penawaran Umum Perdana Saham sebagai berikut:

  • 28 Februari 2023: Tanggal Efektif
  • 02 – 06 Maret 2023: Masa Penawaran
  • 06 Maret 2023: Tanggal Penjatahan
  • 07 Maret 2023: Tanggal Distribusi Saham secara Elektronik
  • 08 Maret 2023: Tanggal Pencatatan Saham dan Waran Seri I Pada Bursa Efek Indonesia
  • 08 Maret 2023 – 04 Maret 2025: Periode Perdagangan Waran Seri I di pasar Reguler & Negosiasi
  • 08 Maret 2023 – 06 Maret 2025: Periode Perdagangan Waran Seri I di pasar Tunai
  • 08 September 2023 – 07 Maret 2025: Periode Pelaksanaan Waran Seri I
  • 07 Maret 2025: Tanggal Akhir Masa Berlaku Waran Seri I

Jumlah Saham yang ditawarkan dalam IPO ini adalah sebanyak 1.610.000.000 lembar saham baru atau sebanyak 20,04% dari jumlah modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah Penawaran Umum dengan Nilai Nominal Rp20,- dan Harga Penawaran Rp100,- per saham dan sebanyak 2.012.500.000 lembar Waran Seri I atau sebanyak-banyaknya 31,33% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Saham Perdana ini, yang menyertai saham baru yang namanya tercatat dalam daftar penjatahan IPO, yaitu 06 Maret 2023. Setiap pemegang 4 saham baru berhak memperoleh 5 waran, dimana setiap 1 waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru yang bernilai nominal Rp20,- setiap sahamnya dengan harga pelaksanaan sebesar Rp110,- per saham.

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum, setelah dikurangi biaya-biaya emisi yang terkait dengan Penawaran Umum akan digunakan seluruhnya, sebagai berikut:

  1. Sekitar Rp113.219.554.750,- untuk pembayaran utang kepada pihak ketiga PT Multi Mandiri Persada, sehubungan dengan pembelian lahan di sekitar kawasan Perseroan beroperasi.
  2. Sekitar Rp30 miliar untuk pembangunan proyek perumahan Cibinong New City, cluster Winner Sapta Villa tahap 2 dan sebagian tahap 3.
  3. Sekitar Rp10 miliar untuk tambahan lahan di sekitar kawasan Cibinong New City. Skema untuk mendapatkan tambahan lahan akan dilakukan melalui pembelian tanah secara langsung oleh Perseroan maupun perwakilan Perseroan baik dengan pemilik tanah atau pihak yang ditunjuk oleh pemilik tanah.
  4. Sisanya untuk modal kerja operasional Perseroan, seperti pembayaran gaji, jasa profesional, biaya perizinan, keperluan kantor, dan lain-lain sehubungan dengan operasional Perseroan.

Sedangkan dana yang diperoleh dari pelaksanaan waran seri I, apabila dilaksanakan oleh pemegang saham, akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja Perseroan.

PT Saptausaha Gemilangindah didirikan pada tanggal 29 Juli 1992. Kantor pusat PT Saptausaha Gemilangindah berlokasi di Jl. Kramat Raya No. 32-34, Kel. Kramat, Kec. Senen, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10450, Indonesia.

Ruang lingkup kegiatan usaha PT Saptausaha Gemilangindah adalah bergerak dalam bidang real estat, aktivitas perusahaan holding dan aktivitas konsultasi manajemen lainnya. Saat ini, kegiatan usaha utama SAGE adalah menjalankan usaha di bidang membangun hunian residensial dan properti komersial dengan mengembangkan kawasan residensial dan komersial di lahan seluas 6,5 Ha di daerah Cibinong, Bogor. Kawasan ini merupakan bagian dari rencana master plan “Cibinong New City” seluas total 125 Ha, dimana di dalam area tersebut akan dibangun juga Central Business District, meliputi perkantoran, ruko, pasar modern, pusat perbelanjaan serta hotel, dan apartemen.

Sebelum Penawaran Umum Perdana, saham PT Saptausaha Gemilangindah dimiliki oleh PT Benteng Terang Sejahtera (87,54%), Edward Halim (12,07%) dan Erwin Tan (0,39%).