Penyaluran Kredit Bank Jago (ARTO) Tumbuh Signifikan Melalui Inovasi dan Kolaborasi

Temukan Pilihan Terbaikmu!
Temukan Pilihan Terbaikmu!
Temukan Pilihan Terbaikmu!

britama.com, Bank Jago Tbk (ARTO), bank digital terkemuka di Indonesia, terus memperluas bisnisnya dengan fokus pada solusi finansial digital yang berfokus pada kehidupan (life-centric digital financial solution) dan tertanam dalam ekosistem. Seiring dengan pertumbuhan yang signifikan pada tahun 2022, Bank Jago berhasil menyalurkan kredit dan pembiayaan syariah sebesar Rp 9,43 triliun, naik 76% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini tercapai melalui strategi penyaluran kredit dan pembiayaan syariah melalui kolaborasi dengan berbagai mitra (partner), seperti ekosistem dan platform digital, perusahaan pembiayaan, dan lembaga keuangan lainnya.

Bank Jago Tbk juga berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 8,27 triliun pada akhir tahun 2022, naik 125% dari tahun sebelumnya. Peningkatan DPK didorong oleh pertumbuhan current account and savings account (CASA) sebesar 238%. Porsi CASA terhadap DPK meningkat menjadi 69% pada tahun 2022, dari 46% pada tahun 2021.

Bank Jago juga terus melakukan inovasi dan kolaborasi baru, seperti peluncuran Aplikasi Jago Syariah dan integrasi Aplikasi Jago dengan aplikasi untuk mitra usaha GoFood, yaitu GoBiz. Hal ini mendorong jumlah nasabah funding mencapai lebih dari 5,1 juta nasabah pada akhir tahun lalu, naik hampir empat kali lipat dibanding akhir 2021 yang tercatat 1,4 juta nasabah. Per akhir Desember 2022, Bank Jago memiliki kolaborasi dengan 36 mitra, termasuk 30 mitra untuk penyaluran kredit dan pembiayaan syariah.

Direktur Utama Bank Jago Tbk, Kharim Siregar, mengungkapkan bahwa Bank Jago percaya bahwa kolaborasi adalah cara yang paling efektif untuk bertumbuh secara cepat dan solid, dan hal ini terbukti dengan pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan. Bank Jago juga memperhatikan risiko kredit agar dapat tumbuh secara berkelanjutan, dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross di level 1,8% atau di bawah rata-rata industri perbankan.

Dengan aset sebesar Rp 16,97 triliun dan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 83%, Bank Jago berada pada jalur yang tepat dengan membangun fundamental yang kuat di tengah tantangan perekonomian global dan dalam negeri. Bank Jago akan terus berinovasi, memperdalam kolaborasi dengan ekosistem yang sudah ada, serta memperluas kolaborasi dengan ekosistem yang baru agar dapat menawarkan life-centric digital financial solution kepada lebih banyak orang. Ini menunjukkan Bank Jago siap untuk terus tumbuh dan berkembang di masa depan.