Harga Logam Timah Menurun di Semester 1-2023: TINS Tetap Raih Laba Positif

Cani Taeri Sepatu Sneakers Wanita Fashion
Wish Femmilove - Herbal Kewanitaan Boyke Dian Nugraha 30 Capsule
Skmei Jam Pintar Pria Jam Tangan Sport Smartwatch Olahraga Memori 4G +400 mAh Baterai Besar

britama.com, Jakarta – Harga logam timah mengalami fluktuasi yang cenderung menurun pada akhir semester 1 tahun 2023. Penurunan ini terjadi akibat permintaan global yang lemah dan peningkatan persediaan logam timah di gudang London Metal Exchange (LME). Meskipun demikian, Timah Tbk (TINS) tetap mampu mencatatkan laba positif dengan volume penjualan yang mencapai 8.307 metrik ton hingga semester 1 tahun 2023.

Fina Eliani, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko TINS, menjelaskan bahwa kondisi harga jual rerata logam timah dan cuaca yang belum mendukung masih menjadi faktor penyebab penurunan produksi timah. Meskipun laba bersih Perseroan tergerus, kepercayaan pihak kreditur dan institusi keuangan terhadap TINS tetap kuat.

Pada kuartal II 2023, TINS berhasil mencatat produksi bijih timah sebanyak 7.755 ton, mencapai 78% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 9.901 ton. Produksi logam timah juga berhasil mencapai 8.100 metrik ton atau sekitar 92% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 8.805 metrik ton. Sementara itu, penjualan logam timah mencapai 8.307 metrik ton atau sekitar 84% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 9.942 metrik ton.

Harga jual rerata logam timah pada kuartal II 2023 tercatat sebesar USD26.828 per metrik ton, mengalami penurunan sekitar 35% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai USD41.110 per metrik ton. Meskipun menghadapi tantangan fluktuasi harga, TINS berhasil mengekspor timah sebanyak 92% dengan tujuan ekspor utama meliputi Jepang (17%), Korea Selatan (14%), Belanda (11%), Amerika Serikat (9%), Taiwan (9%), dan India (8%).

Dari hasil produksi dan penjualan logam timah pada kuartal II 2023, TINS mencatat pendapatan sebesar Rp4,57 triliun. Hal ini menghasilkan EBITDA sebesar Rp533,6 miliar dan laba tahun berjalan sebesar Rp16,2 miliar.

Posisi nilai aset Perseroan pada kuartal II 2023 mencapai Rp12,80 triliun, sementara posisi liabilitas sebesar Rp6,12 triliun. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 2% dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2022 yang mencapai Rp6,02 triliun. Terdapat penurunan pada pinjaman bank dan utang obligasi pada kuartal II menjadi Rp2,72 triliun dari sebelumnya Rp2,77 triliun.

Namun, posisi ekuitas Perseroan mengalami penurunan sebesar 5%, yaitu menjadi Rp6,68 triliun, dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2022 yang mencapai Rp7,04 triliun. Penurunan ini sejalan dengan pembagian dividen yang telah dicadangkan.

Dalam rangkaian indikator keuangan, Timah Tbk juga mencatat hasil yang positif. Quick Ratio tercatat sebesar 48%, Current Ratio mencapai 206%, Debt to Asset Ratio sebesar 21%, dan Debt to Equity Ratio sebesar 41%, menunjukkan kinerja keuangan yang sehat.

×
Temukan Pilihan Terbaikmu!
Temukan Pilihan Terbaikmu!
Temukan Pilihan Terbaikmu!
Banner Image