Penawaran Umum Perdana (IPO) Saham PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK)

Temukan Pilihan Terbaikmu!
Temukan Pilihan Terbaikmu!
Temukan Pilihan Terbaikmu!

britama.com, Penawaran Umum Perdana (IPO / Initial Public Offering) Saham PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) dilakukan oleh PT MNC Sekuritas (EP) dan PT KGI Sekuritas Indonesia (HD) selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan Penjamin Emisi Efek menjamin dengan kesanggupan penuh (full commitment) terhadap Penawaran Umum Perdana Saham ini.

Adapun Jadwal Penawaran Umum Perdana Saham sebagai berikut:

  • 31 Januari 2024: Efektif
  • 02 – 12 Februari 2024: Masa Penawaran Umum
  • 12 Februari 2024: Tanggal Penjatahan
  • 13 Februari 2024: Distribusi Saham dan Waran Seri I Secara Elektronik
  • 15 Februari 2024: Pencatatan Saham dan Waran Seri I di BEI
  • 10 Februari 2026: Akhir Perdagangan Waran Seri I Pasar Reguler & Negosiasi
  • 12 Februari 2026: Akhir Perdagangan Waran Seri I Pasar Tunai
  • 15 Agustus 2025 – 13 Februari 2026: Masa Pelaksanaan Waran Seri I
  • 13 Februari 2026: Akhir Masa Berlaku Waran Seri I

PT Bersama Mencapai Puncak Tbk menawarkan sebanyak 225.000.000 lembar saham baru atau sebanyak 20,00% dari jumlah modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana (IPO) dengan Nilai Nominal Rp50,- dan Harga Penawaran sebesar Rp278,- per saham. Jumlah seluruh nilai Penawaran Umum Perdana Saham ini adalah sebanyak Rp62.550.000.000,-.

Selain itu, PT Bersama Mencapai Puncak Tbk juga akan menerbitkan sebanyak 225.000.000 lembar Waran Seri I dengan rasio pembagian setiap pemegang 1 saham baru berhak atas 1 Waran Seri I, dimana setiap 1 waran memberikan hak untuk membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan sebesar Rp400,- per saham. Nilai hasil pelaksanaan Waran Seri I adalah sebanyak-banyaknya Rp90.000.000.000,-.

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum, setelah dikurangi biaya-biaya emisi yang terkait dengan Penawaran Umum akan digunakan seluruhnya oleh PT Bersama Mencapai Puncak Tbk untuk, sebagai berikut:

  1. Sekitar sebesar 3,30% untuk pembelian mesin dan kendaraan operasional untuk menunjang proses distribusi produk dan bahan baku yang lebih optimal, di antaranya: (i) sekitar 44% untuk pembelian mesin cold storage dengan kapasitas 20 ton dan 1 unit mesin air blast compressor twostage; dan (ii) sekitar 56% untuk pembelian kendaraan operasional berupa 1 mobil truk Traga, 1 mobil Suzuky Carry, 5 kendaraan roda dua dan 1 mobil karoseri pendingin.
  2. Sekitar 9,64% digunakan untuk memperpanjang sewa terhadap 18 outlet lama dengan total nilai sewa sekitar Rp5,6 miliar dan akan dilakukan dengan pihak ketiga.
  3. Sekitar 21,37% untuk renovasi outlet 22 (di dalamnya sudah termasuk 18 gerai yang sewanya akan diperpanjang dan 4 outlet kemitraan), 1 gudang dan kantor dan sistem otomatisasi dalam rangka mendukung bisnis Perusahaan untuk penyimpanan persediaan bahan baku yang lebih besar..
  4. Sisanya sekitar 65,69% untuk operational expenditure di antaranya untuk pembelian bahan baku; dan biaya biaya pengembangan produk, marketing dan branding.

Sedangkan dana yang diperoleh dari pelaksanaan Waran Seri I, jika dilaksanakan oleh pemegang waran akan digunakan untuk penambahan modal kerja Perusahaan diantaranya pembelian bahan baku dan marketing/pemasaran.

PT Bersama Mencapai Puncak Tbk didirikan pada tanggal 07 Februari 2018 dan berlokasi di Jl. Raya Regency Kav. 9 No. 5, Kabupaten Malang, Jawa Timur 65153, Indonesia. Saat ini, kegiatan utama PT Bersama Mencapai Puncak Tbk adalah menjalankan bisnis saha rumah makan dengan merek "Ayam Nelongso" yang dioperasikan langsung oleh Perusahaan dan merek "Geprek Kak Rose" yang dioperasikan melalui Entitas Anak. Selain itu, PT Bersama Mencapai Puncak juga menjalankan bisnis supply chain yaitu mendistribusikan bahan baku dan produk berupa produk daging segar (non olahan), produk aneka sembako, sayur, produk pecah belah dan produk minuman.

Sebelum Penawaran Umum Perdana (IPO), saham PT Bersama Mencapai Puncak Tbk dimiliki oleh PT Anak Baik Sejahtera (98,77%), Nanang Suherman (0,86%) dan Yeni Isnawati (0,37%).